Kamis, 25 Februari 2016

Materi Kultum : Keimanan Kepada Allah Robbul ‘Aalamiin. (Versi Cetak) bisa dipesan kepenulis atas nama Muhammad Saiful Islam, WA. 085343657786

KULTUM       : 
BISMILLAAHIR ROHMAANIR RAHIIM
Assalaamu’alaykum Warohmatullaahi Wabarokaatuh
Alhamdulillaahirobbil ‘aalamiin. Washsholatu Was salamu’alaa asyrofil angbiya’I wal mursaliin, Wa-’alaa aaalihi washohbihi ajema’iin. Ammaaba’du.
Yang Terhormat para pengurus Masjid.
Yang terhormat para ustadz dan ustadzah.
Serta teman-teman yang berbahagia.
Segala puji hanya kepada Allah Tuhan semesta Alam. Yang telah memberikan kita kehidupan serta kesehatan sehingga kita bisa bertemu di tempat penuh berkah ini. Salam sejahtera semoga tetap tercurah kepada Rasulullah SAW sebagai suri tauladan yang telah mengeluarkan kita dari alam gelap menuju ke alam yang terang benderang seperti saat ini.
Pada kesempatan kali ini, judul kultum yang akan dibahas adalah
Keimanan Kepada Allah Robbul  ‘Aalamiin
Para hadirin yang dirahmati Allah
Jika kita melihat kehidupan sebagian manusia, kadang ada diantara kita yang tidak mengenal bahwa beriman kepada Allah merupakan kewajiban.
Padahal Firman Allah dalam Al Qur’an Surah Adz-Dzariyat ayat 56.
Wamaa Kholaqetul Jinna wal Ingsa illaa Liya’buduun.
Artinya  
“Dan Allah  tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah Allah.
Nah!. Para hadirin yang terhormat.
Suatu perkara yang tidak bisa diingkari, bahwa alam raya ini pasti ada penciptanya. Yang mengingkari hal tersebut hanyalah orang yang tidak waras alias gila. Sebab jika dia sadar tentu dia meyakini bahwa setiap yang tampak di alam ini pasti ada yang mengciptakan.
Alam yang sangat teratur dan rapi tentu memiliki pencipta, penguasa, dan pengatur. Sebagaimana Firman Allah dalam Al Qur’an Surah Al-Maa’idah ayat 120.
Lillaahi Mulkussamaawaati wal Ardi wa Maa Fii Hinna, wa Huwa ‘Alaa Kulli Syaiing Qhodiir.
Artinya
Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.  
Allah telah menciptakan manusia yang dahulunya bukanlah apa-apa. kita di bumi ini merupakan kekuasaan Allah. Dan Allah telah melimpahkan banyak nikmat-Nya sejak kita masih berada dalam perut, lahir ke dunia hingga mati.  
Rahmat Allah yang sedemikian itu menuntut kita untuk beribadah kepada-Nya. Allah tidak pernah meminta apa- apa dari kita kecuali hanya  mewujudkan keimanan kepada-Nya semata dengan ikhlas melalui ibadah kepada-Nya.
Selain itu ibadah bukanlah sebagai hadiah kita untuk Allah atas segala limpahan nikmat-Nya. Sebab perbandingannya tidak seimbang. Dalam setiap hitungan nafas yang kita hembuskan maka di sana ada sekian nikmat yang tak terhingga nilainya. Oleh karenanya nilai ibadah manusia kepada Allah tenggelam tanpa meninggalkan hitungan di dalam luas rahmat-Nya.
Allah berfirman dalam surah Thoha Ayat 132 yang artinya:
"Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa."
Hadirin dan Teman-teman yang berbahagia
Sebagai penutup,
Marilah kita memurnikan keimanan kepada Allah tanpa berbuat syirik atau menyekutukannya  sehingga manfaatnya kembali kepada diri kita sendiri. Allah akan membalas seluruh amal kebaikan manusia dengan kebaikan yang berlipat ganda.
Sebagaimana firman-Nya dalam surah Al-An`am ayat  82 yang artinya
"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuri keimanan mereka dengan kedzoliman, bagi
mereka keamanan dan mereka mendapatkan petunjuk."
Demikian tadi apa yang dapat kami sampaikan.
Terima kasih
Billahi Taufik Walhidayah


Wassalaamu’alaykum warohmatullaahi wabarokaatuh

MATERI KULTUM : MOTIVASI AGAR MERAIH TAQWA (Versi Cetak) bisa dipesan kepenulis atas nama Muhammad Saiful Islam, WA. 085343657786

Bisimi'illahirrohmanirrahiim
Assalamu’alaikum warohmatulloohi wabarokatuh.
Assalaamu’alaykum Warohmatullaahi Wabarokaatuh
Alhamdulillaahirobbil ‘aalamiin. Washsholatu Was salamu’alaa asyrofil angbiya’I wal mursaliin, Wa-’alaa aaalihi washohbihi ajema’iin. Ammaaba’du.

Yang Terhormat para pengurus Masjid.
Yang terhormat para ustadz dan ustadzah.
Serta teman-teman yang berbahagia.

Segala puji hanya kepada Allah Tuhan semesta Alam. Yang telah memberikan kita kehidupan serta kesehatan sehingga kita bisa bertemu di tempat penuh berkah ini. Salam sejahtera semoga tetap tercurah kepada Rasulullah SAW sebagai suri tauladan yang telah mengeluarkan kita dari alam gelap menuju ke alam yang terang benderang seperti saat ini.
Pada kesempatan kali ini, judul kultum yang akan dibahas adalah

Pada kesempatan kali ini, judul Kultum yang akan dibahas adalah

MOTIVASI AGAR MERAIH TAQWA
Jika kita bertanya kepada semua orang beriman yang melaksanakan puasa di dunia ini, termasuk kepada diri kita, apa yang kita inginkan dalam puasa ini?, maka semua akan mengatakan, saya ingin bertaqwa, mendapat ridho’ Allah, termasuk reski yang melimpah dari Allah. Tidak ada satu pun orang beriman yang menginginkan murka Allah.
Sebagaimana  pada Qur’an surah Ath - Thalaaq ayat 2 – 3
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.
Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.


Dalam hadits Rasulullah bersabda :
“ kekayaan tidak berbahaya bagi orang yang bertaqwa kepada Allah.                      ( H.R. Ahmad ).
Keinginan itulah yang menjadikan orang beriman berlomba – lomba untuk meraih taqwa. Namun, apakah masih ada diantara kita dalam mencapai keinginan itu mengalami kelelahan.
Mari kita menyimak kata seorang penulis buku yang bernama Ustads Jauhar Al – Zanki yang intinya “ jangan pernah lelah sampai kelelahan itu lelah menghampirimu.” Kami ulangi  “ jangan pernah lelah sampai kelelahan itu lelah menghampirimu.”.
Sejalan dengan nasihat penulis buku “ The Magic Of Thinking Big ”, D.J. Schwartz. Yang mengatakan dalam bukunya.   “ kalau anda percaya bisa berhasil, anda akan benar – benar berhasil.” Kami ulangi lagi “ kalau anda percaya bisa berhasil, anda akan benar – benar berhasil.”
Kata – kata penulis diatas akan saling memiliki hubungan dengan firman Allah.
Innalloha La Yughoyyiru Maa Biqowmin Hattaa Yughoyyiru Maa Bi’angfusihim.                        ( Ar. Ra’d : 11 )
Artinya
            Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah   keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.
Sebagai penutup
menyimak kata seorang motivator yang bernama Endri Nugraha.
“ Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Karena ingat, kita dilahirkan bukan untuk jadi pecundang tapi jadi pemenang.”
Demikian tadi apa yang dapat kami sampaikan.
Salam sukses untuk anda, yang jenius.
Terima kasih

Minggu, 18 Agustus 2013

Cinta Damai

BILA ORANG BIJAK TAK MEMILIKI KEBIJAKAN
Fenomena yang sering kita lihat sekarang, tindakan kekerasan berupa perkelahian, tawuran, pemalakan, dan tindakan keras lainnya, kecuali kerja keras, menjadi pemandangan yang mengusik jiwa dan  merusak pikiran  karna dimotori oleh sebagian besar kaum intelektual.
Seperti yang dirilis di situs http://www.shnews.co/duniakampus/detile-1055-deklarasi-anti-kekerasan-solusi-baru-tawuran-mahasiswa.html, Mahasiswa UNM Kekerasan silih berganti menghiasi wajah dunia pendidikan. Tawuran antar pelajar hingga antar mahasiswa hampir tiap hari meletus di berbagai daerah. Mahasiswa seakan berlomba dengan adiknya, pelajar turuk baku hantam. Tawuran pelajar dan mahasiswa menjadi potret buram dalam dunia pendidikan Indonesia. Terjadi tawuran antara mahasiwa Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar (UNM) di kampus UNM, Parangtambung, Makassar.
Sampai kapan ini akan begini, saya berani berkata sampai kapan pun. Banyak terdengar, bising mencekik sumsung tulang belakang, bahwa tindakan kekerasan ini memang sudah terkordinir termasuk di lingkup UNM.
Sampai kapan ini akan begini, saya berani katakan sampai kapan pun. Perdamaian adalah kata yang mudah diucapkan, tapi susah sekali untuk diamalkan. Hehehe, beginilah kata orang bijak yang tidak memiliki kebijakan.
Orang bijak di negara Indonesia tercinta bahkan di UNM ini cukup banyak. Contoh di Indonesia, ada Mario Teguh yang selalu mengatakan Super Sekali, tapi sayangnya tidak memiliki kekuasaan untuk mengambil kebijakan yang membuat masyarakat Indonesia menjadi super.
Tak diragukan lagi, di UNM banyak juga orang bijak seperti Mario Teguh yang sering mengatakan Super Sekali. Bahkan pada tindakan “Tawuran”. Sebagaimana yang ditulis di situs http://www.fajar.co.id/metromakassar/2638692_5662.html,  Aksi tawuran antar dua kelompok mahasiswa terjadi di depan kampus UMI, Selasa 21 Mei 2013, Mahasiswa mempersenjatai diri dengan membawa senjata tajam berupa parang dan busur. Belum diketahui pasti apa penyebab tawuran antara dua kubu mahasiswa ini. Menurut kesaksian warga, mahasiswa yang tawuran antara mahasiswa UNM dengan UMI. “Super Sekali”
Hal ini tak bisa dipisahkan dari kekerasan yang dialami ketika mahasiswa masih berstatus MABA (Mahasiswa Baru). Sampai kapan ini terus begini, saya berani katakan sampai kapan pun. Kalau kita tidak segera melakukan aksi nyata dalam “penindasan kaum penindas.”
Lihatlah bagaimana penindas kampus itu memperlakukan adik-adiknya. Parkir 50 ribu, 35 ribu, 5 ribu, atau 2 ribu  yang biasanya gratis jhi loh, penjualan stiker dengan cara memaksa dengan harga yang tinggi, pemalakan tanpa alasan, masuk diruang kelas MABA mempalakki. Mereka (Malam/ Mahasiswa Lama) tidak menyadari bahwa kelak MABA akan menjadi MALAM juga. Kekerasan ini yang akan menggangu perkembangan emosional pada MABA sehingga timbul rasa dendam, mental preman, dan kelompok/geng yang mereka salurkan melalui tawuran, pemalakan, dan demonstrasi tanpa solusi. Demikian kasus papalak-papalak intelektual ini berkisenambungan.
Hal ini akan berpengaruh  terhadap mahasiswa baru, karena kondisi tindak kekerasan tersebut menjadi model bagi perilakunya nanti apabila ia merasa dendam. Hal ini akan makin cepat terstimulasi jika dukungan atau atmosfir kampus dalam cinta damai tidak mendukung. Demikian Menurut Prof. Jufri, Seorang Guru Besar Fakultas Psikologi UNM saat ditanya melalui telepon seluler.
Apakah kita akan mempertegas sampai kapan pun ? Saya rasa tidak, perih mata hati ini merasakan generasi bobbrok ini. Solusinya adalah sinergitas antara birokrat, mahasiswa, serta semua elemen terkait.  Ya mengambil kisah dari avatar, bahwa satu elemen saja tidaklah cukup.
Penyatuan elemen ini, tentu merupakan keputusan para birokrat dengan cara birokrasi menyatukan semua mahasiswa berprestasi dan tidak berprestasi, mahasiswa berlembaga dan tidak berlembaga di kemahasiswaan. Masing-masing elemen bekerjasama dalam memberikan kepada maba perlindungan bukan penindasan. Bahkan bisa dimulai pada saat pendaftaran dan pengujian seleksi menjadi MABA.
Di UNM kita punya organisasi kemahasiswaan yang bernama Resimen Mahasiswa, harusnya ini di fungsikan secara maksimal untuk memberikan kehangatan dan perlindungan kepada UNM serta menjaga nama lembaga sebagai resimen mahasiswa.
Lembaga mahasiswa yang seperti BEM dan  Himpunan. Bisa membantu mengkoordinir dan memberikan pengarahan kepada mahasiswa lama, bahwa berbuat “Palak” kepada MABA adalah suatu bentuk penindasan yang jauh dari kedamaian.
Peran lembaga lainnya atau organisasi eksternal kampus, kita bisa membagi tugas. Ada yang menjadi tukang parkir sementara dengan biaya yang mengikuti aturan pemerintah kota makassar, tentu saja Rp. 2.000 untuk motor. Tentu  harus diikuti dengan penjagaan keamanan yang terjamin. Jika gratis lebih baik, maka birokrasi mau membayarkan kepada Tim Pencinta Damai, atas jasa anggotanya.
Sebelum pembagian tugas ini dilakukan, untuk meyakinkan kepada lembaga kemahasiswaan, non lembaga, Mahasiswa berprestasi non berprestasi. Maka perlu mengadakan sosialisasi baik yang bersifat seminar gratis tentang “Kekejaman Penindas dan Kebaikan Cinta Damai”, Pembentukan Tim Pelindung MABA, Pemasangan Spanduk dan Panflet anti kekerasan di lingkungan UNM. Sehingga nantinya UNM bisa menjadi kampus yang benar-benar menjadi kampus yang dikenal bukan pada kekerasannya lagi, namun pada cinta dan damainya.
Sebagai penutup, mari kita membangun cinta pada kedamaian. Damai itu bukan Daeng Manai’, tapi damai itu muncul dari perasaan saling menghargai dari kita, lahir dari tatanan sosiokultural dalam persepsi bugis makassar, yaitu Siri’ na Pacce.  Dengan demikian kita bisa membuktikan pada bangsa Indonesia bahwa UNM turut menjaga kedamaian Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Jumat, 03 Agustus 2012

Materi Kultum (PESAN MENGGUGAH DALAM MENCARI ILMU) (Versi Cetak) bisa dipesan kepenulis atas nama Muhammad Saiful Islam, WA. 085343657786


Bisimi'illahirrohmanirrahiim
Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Alhamdullillahilladziy ‘allama bil qolam, ‘allamal insana maa lam ya’lam. Washollallohu  ‘ala afshohillisani wa khoiril anaami, wa  sayyidina Muhammadin wa ‘ala aalihi wa shohbihi  wa man  tabi’ahum bi ihsanin ila yaumil kiyamah.
Segala puji hanya kepada Allah yang mengajarkan manusia dengan perantara qolam. Mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. Salam dan sholawat semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad Saw, Yang telah mengeluarkan kita dari alam yang gelap menuju kealam yang terang benderang.
Terkait dengan Gelap terang benderang diatas.., pernah sesekali teman saya mengatakan.., Kayak PLN saja…, Iye’.. perlu kita tahu bersama bahwa…, Kata Gelap terang itu adalah Arti dari GURU yang berasal dari bahasa sangsekerta atau bahasa jawa kuno. Gu yang berarti gelap dan RU yang berarti terang, oleh karena itu Rasulullah adalah guru yang terbaik..tentu saja dengan konsep-konsep yang humastik.
Selanjutnya, saya mengucapkan terima kasih kepada pengurus masjid dan jama’ah yang telah memanfaatkan waktunya pada subuh hari ini untuk melihat atau mendengarkan saya berkultum yang notabenenya hanya sebagai pelajar... Disetiap saat saya selalu menekangkan diri saya bahwa.., hidup adalah proses pembelajaran tanpa henti-henti. Ini saya kutip dari pak. Andre Wongso seorang motivator Indonesia.

Pada kesempatan kali ini, judul Kultum yang akan dibahas adalah

PESAN MENGGUGAH DALAM MENCARI ILMU
Jika kita mengambil kisah dari perjalanan Syekh Yusuf Al Makassari, sebagaimana yang ditulis oleh HM. Sirajuddin Bantang didalam bukunya yang berjudul      Jejak – Jejak Spiritual Syekh Yusuf.”
DIKISAHKAN
Suatu saat Daeng Tasammeng yang merupakan guru Syekh Yusuf, berkata :
“ anakku Yusuf, kau adalah anak yang pintar dan cerdas, diwajahmu kelihatan bahwa kamu anak yang haus akan ilmu, kamu nampaknya akan menjadi seorang sufi           ( ulama ) yang besar di permukaan bumi ini.” Saya anjurkan agar kamu mencari guru yang lebih dari kemampuan saya.
Karena pada masa itu, di kerajaan Gowa dikenal ada tiga tupanrita atau orang pintar dalam bidang agama islam.
Yang pertama
I Dato’ Ri Panggengtungan, Putra Chatib Tunggal Syekh Abdul Makmur Atau Dato Ri Bandang.
Yang kedua
I Lo’mo Ri Antang
Yang ketiga
Syekh Yusuf
Kedua tupanrita diatas mendengar berita mengenai anak yang cerdas, berperilaku baik dan mulia, yang bernama Muhammad Yusuf. Kemudian Yusuf diundang memancing di Danau Mawang.
Ketika mereka memancing dan hendak membakar rokok, secara tiba – tiba hujan turun, kemudian tupanritata’ saling bertanya “
I Dato Ri Panggentungan berkata  : “ apakah ada yang bawa korek,
kata I Lo’mo Ri Antang                  : tidak ada dato’
kemudian melihat tumpukan kayu yang telah dibakar, ternyata apinya telah padam disebabkan hujan.
 Kemudian I Lo’mo mendapat ide : “ Beliau menggunakan air yang menetes di atap rumah – rumah yang mereka tempati berteduh, untuk membakar rokoknya. Dengan ilmu yang dimilikinya dan izin Allah rokok Beliau pun terbakar.
I Dato’ Ri Panggentungan             : “ Beliau merasa malu kalo meminta api kepada I Lo’mo Ri Antang, akhirnya I Dato’ Ri Panggentungan Memiliki ide tersendiri, kemudian membakar rokok dengan menggunakan kilat atau petir. Dan akhirnya dengan ilmu yang dimilikinya dan izin Allah rokok I dato’  itu pun terbakar.
Nah, sekarang giliran Syekh Yusuf
Syekh Yusuf : “ Berkata didalam hatinya, saya juga merasa malu jika saya meminta api rokok pada I Dato Ri Panggentungan Siagang I Lo’mo Ri Antang. Kemudian Syekh Yusuf memiliki inisiatif sendiri dengan membakar rokoknya di bawah lumpur danau mawang kira – kira setengah meter, dan dengan ilmu yang dimiliki Syekh Yusuf dan izin Allah rokok itupun tebakar.
Kedua tupanritata’ yaitu I Dato Ri Panggentungan dan I Lo’mo Ri Antang merasa takjub. Bagaimana tidak, kalau kita mengenal ada pembangkit listrik pembangkit tenaga air, dan kilat atau petir mengandung unsur api, tapi kalo lumpur ? sejauh ini tekhnologi belum menemukan.
Contoh Keilmuan ke dua yang diperlihatkan tupanritata’, Syekh Yusuf                 Al Makassari adalah ketika beliau hendak ke Banten untuk melakukan safari atau perjalanan ke Makkah dan Madinah menuntut ilmu, yaitu pada saat juru masak di atas kapal kehilangan alat yang diperlukan untuk memasak, karena alat tersebut jatuh kedasar laut, pertama Syekh Yusuf memanggil semua penumpang kapal untuk berdo’a bersama meminta keridho’an Allah, sang pemberi kehidupan.
Setelah  berdo’a Syekh Yusuf bertanya kepada semua penumpang kapal, adakah yang membawa ikan kering yang besar.
Ada, kata salah satu penumpang yang membawa, kemudian bertanya untuk apa ya Syekh Yusuf Pangngulunna Tau Panritayya.
Syekh Yusuf menjawab, saya akan mencoba memberikan aura ( perasaan ) kepada ikan itu untuk mencari alat yang hilang di dasar laut.
Selang beberapa waktu, ikan yang tadinya tidak bisa bergerak, kemudian berenang mencari alat yang hilang di dasar laut dan membawanya kembali ke kapal dengan ilmu dan izin Allah.
Diperjalanan Syekh Yusuf Al Makassari Pangngulunna Tau Panritayya, banyak yang menanyakan kepada beliau, untuk apa ke tanah Makkah dan Madinah menuntut ilmu, karena ilmu yang Syekh Yusuf Miliki Sangat – Sangat Banyak.
Syekh Yusuf menjawab : “ untuk mencari gigi ejana ( Hakikat ) siagang gigi bulaeng ti’nona ( Ma’rifat ) ri butta Makkah. Sedangkan ke Madinah untuk menyulut lantera ri Madinah ( lautan ilmu pengetahuan yang tidak bertepi ).
Para jama’ah yang saya muliakan
Kisah di atas mengajarkan, mengajak, dan menunjukkan kepada kita, untuk berjuang tanpa henti dalam mencari ilmu dengan sungguh – sungguh.

Kegigihan mencari ilmu, sangat dianjurkan dalam agama islam, sebagaimana
Pesan – pesan yang menggugah dalam Hadits Nabi Muhammad SAW
Yang pertama
man aroodaddunyaa, fa ‘alayhi bil ‘ilmi. Wa man aroodal akhiroh, fa ‘alayhi bil ‘ilmi. Wa man arooda humaa fa ‘alayhi bil ‘ilmi.”
Artinya
“ barang siapa yang menghendaki dunia, maka hendaklah anda berilmu, dan barang siapa yang menghendaki akhirat maka, hendaklah anda berilmu, dan barang siapa yang menghendaki keduanya, maka hendaklah anda berilmu.”
 Yang kedua
Uthlubul ‘Ilma Minal Mahdi Ilal Lahdi
Artinya
“ carilah ilmu sejak dari buaian sampai ke liang lahat ”


selanjutnya
Uthlubul ‘Ilma Walaw Bishshiyn
Artinya
“ carilah ilmu walau sampai ke negeri cina.”
Kemudian
Penulis buku yang bernama j. Arifin wijaya Mengatakan  
hanya orang yang ingin tahu yang akan belajar dan hanya orang yang tegas yang akan mengatasi rintangan untuk belajar.”
Seorang motivator yang bernama ( e. Wilson )
“ nilai dari suatu pencarian selalu lebih mengasyikkan dibanding nilai kecerdasan yang tidak dimanfaatkan.”
Imam Al Ghazali
" ilmu bermanfaat menyenangkan dan indah dalam keadaan apapun, selama – lamanya.”
Sayyidinan Ali Bin Abi Tholib

Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan tapi ilmu bertambah bila dibelanjakan.


Motivasi dari Allah, dalam ( QS. Mujaadilah, ayat 11 )
“ Yarfa ‘Illohul Ladziyna Aamanuw Minkum Wal Ladziyna Uutul ‘Ilma Darojaat ”
Artinya
“ niscaya Allah akan meninggikan orang – orang yang beriman diantara kamu dan orang – orang – orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.
Sebagai penutup
Menyimak kata motivator yang bernama Anshar Akhil
Belajarlah selalu tentang apa saja, dimana saja, dan kepada siapa saja. Karena, selalu ada waktunya, untuk kita tidak akan menyesal, tentang apa yang kita usahakan.
Demikian tadi apa yang dapat kami sampaikan
Salam sukses untuk anda, yang istiqomah dalam mencari ilmu.
Terima kasih. Mohon maaf…karena waktunya lebih 3 menit.
Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokaatuh. 

Rabu, 01 Agustus 2012

Materi Kultum (Keberuntungan Bersama Do’a) (Versi Cetak) bisa dipesan kepenulis atas nama Muhammad Saiful Islam, WA. 085343657786

KULTUM       : 
BISMILLAAHIR ROHMAANIR RAHIIM
Assalaamu’alaykum Warohmatullaahi Wabarokaatuh
Alhamdulillaahirobbil ‘aalamiin. Washsholatu Was salamu’alaa asyrofil angbiya’I wal mursaliin, Wa-’alaa aaalihi washohbihi ajema’iin. Ammaaba’du.

Yang Terhormat para pengurus Masjid.
Yang terhormat para ustadz dan ustadzah.
Serta teman-teman yang berbahagia.

Segala puji hanya kepada Allah Tuhan semesta Alam. Yang telah memberikan kita kehidupan serta kesehatan sehingga kita bisa bertemu di tempat penuh berkah ini. Salam sejahtera semoga tetap tercurah kepada Rasulullah SAW sebagai suri tauladan yang telah mengeluarkan kita dari alam gelap menuju ke alam yang terang benderang seperti saat ini.
Pada kesempatan kali ini, judul kultum yang akan dibahas adalah
Keberuntungan Bersama Do’a
1.      Do’a sebagai nikmat lahir batin.
Hampir setiap hari seorang muslim beraktifitas, dan hampir setiap aktifitas muslim diawali dan diakhiri dengan do’a. Hal ini menunjukkan bahwa di setiap saat dan tempat, seorang muslim selalu membutuhkan Allah. Maka sungguh salah jika mengaku muslim namun tidak berdo’a. Yang seolah-olah tidak perlu lagi pertolongan dan kasih sayang Allah.

2.      Do’a merupakan nikmat yang besar,
yang dikaruniakan oleh Allah kepada hamba-hamba-Nya. Dimana Allah memerintahkan kepada mereka untuk berdo’a lalu Allah langsung berjanji akan mengabulkannya.

3.   Do’a memiliki kedudukan yang tinggi dalam agama.
        Karena dengan do’a seseorang akan dibukakan pintu-pintu kebaikan dan ditutup dari celah-celah keburukan. saja, atau do’a semata-mata. Tetapi antara do’a dan usaha harus berjalan secara bersama. Seperti air bagi ikan.
Anda bisa bayangkan jika ikan keluar dari airnya. Tentu ia akan menggelepar, bingung tak karuan. Begitu pula  manusia.

4)   Seseorang yang hatinya kosong dari dzikir dan do’a tampak benar kegalauan jiwanya di setiap saat.
      Oleh karena itu, jika teman-teman dan para hadirin ada yang galau, maka hendaknyalah mereka berdo’a, semoga dihindarkan dari kegalauannya.
         Nah, kita lihat nabi saja senantiasa berdo’a, sebagai contoh do’a Adam dengan mengakui kesalahannya saat diusir dari surga, do’a nabi Ayyub agar sembuh dari sakit parah bertahun-tahun akhirnya juga diperkenankan, do’a Ibrahim agar Makkah dijadikan kota yang aman sentausa, do’a Musa yang diselamatkan dari pengepungan, dan do’a nabi kita Muhammad yang dimenangkan dalam perang Badar. Dan seterusnya.
         Selain itu, Do’a menunjukkan rasa ketergantungan yang tinggi kepada Allah. Sehingga seorang hamba tidak hanya mengandalkan dirinya sendiri, tidak terlalu bergantung kepada manusia, tidak pula kepada siapa saja. Sehingga yang ada adalah rasa membutuhkan, keinginan untuk kembali kepada-Nya .
        Rosulullah bersabda; ‘Sesungguhnya Allah mengabulkan do’a seorang hamba selama hamba tersebut tidak bosan. Yaitu seseorang berkata: aku sudah berdo’a tapi Allah tidak mengabulkannya. Lalu ia tidak berdo’a lagi. (HR. Muttafaqun alaih)
        Sebaliknya, Jika do’a belum terkabulkan maka hendaknya sabar, karena Allah lebih tahu kapan do’a tadi diperkenankan untuk hamba-Nya. Barangkali Allah menghendaki do’a tersebut sebagai simpanan kelak di akhirat, atau sebagai ganti diselamatkan dari suatu bala’ atau terhindar dari penyakit sejenis dan sebagainya. Karena bisa jadi apa yang sebenarnya sangat dicintai manusia adalah buruk di sisi Allah dan bisa jadi pula apa yang dibenci manusia adalah baik di sisi Allah.
5.      Do’a adalah ibadah
Do’a adalah senjata seorang mukmin dan tiang agama serta cahaya langit dan bumi. (hadits Riwayat At-Tirmidzi)

Tetapi, para hadirin yang dirahmati Allah
Rosulullah melarang orang yang berdo’a diluar kemampuannya seperti; berdoa agar bisa terbang layaknya burung, minta jabatan yang dia sendiri tidak mampu memikulnya, meminta kekayaan tetapi dengan cara yang haram.
Firman Allah dalam Al-Qur’an surah Al-A’raf ayat 55
Artinya
Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas
6.      Do’a adalah tuntutan setiap jiwa yang hidup,
       sejahat dan seawam apapun dia. Sebab manusia dalam hidupnya selalu menghadapi berbagai tantangan, kebutuhan, dan kesulitan. Yang tidak dapat dia atasi sendiri tanpa bantuan Allah yang maha kuat. Do’a bukanlah satu-satunya jalan pemecahan jika tanpa disertai ikhtiar dan usaha. Namun jika usaha yang maksimal secara terus-menerus gagal maka do’a menjadi benteng pertahanan rohani.  

Hadirin dan Teman-teman yang berbahagia
Sebagai penutup,
Marilah kita berdo’a kepada Allah dengan tidak menyekutukannya agar setiap permasalahan kita dapat diselesaikan tanpa menimbulkan masalah yang baru.
Demikian tadi apa yang dapat kami sampaikan.
Terima kasih
Billahi Taufik Walhidayah
Wassalaamu’alaykum warohmatullaahi wabarokaatuh